PERHATIAN

...KLIK PADA JUDUL POSTING UNTUK DAPAT MENAMBAH KOMENTAR...

Selasa, 20 Desember 2011

Pendidikan Karakter Bangsa ada di Pramuka

PENDIDIKAN KARAKTER DI PRAMUKA

Pendidikan karakterbangsa”, kata-kata ini santer terdengar akhir-akhir ini. Semua pihak terutama di bidang pendidikan selalu memperbincangkan tentang bergesernya budaya asli indonesia dengan datangnya budaya budaya impor yang lebih digandrungi”.
Sebelum kita lanjutkan, berikut saya sajikan beberapa data dan fakta berikut:
·         158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011.
·         42 Anggota DPR terseret kasus korupsi sepanjang 2004-2011.
·         30 anggota DPR 1999-2004 terlibat kasus suap DGS BI.
·         Kasus korupsi terjadi di berbagai lembaga seperti KPU, KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM.
Sumber: Litbang Kompas.
Dari data diatas tentu mampu menjadi cermin bahwa pemimpin kita belum mampu menjadi contoh.Lebih jauh lagi dari sudut pandang psikologis telah terjadi penurunan kualitas usia psikologis pada anak, pada anak yang berusia 21 tahun seharusnya berbanding lurus dengan pertambanhan usianya. Namun, yang terjadi usia 21 tahun kematangan psikologisnya masih seperti 11 atau 12 tahun.
Apa penyebabnya?.
Rendahnya kualitas pendidikan karakter menjadi salah satu pemicu terjadinya hal ini, walau pendidikan karakter dicanangkan namun tidak sedikit yang belum melaksanakan secara maksimal. Sebut saja dalam perencanaan pembelajaran tidak sedikit yang hanya menyebutkan dalam pembelajaran tanpa mengetahui bagaimana cara implementasinya.
Seperti terminologi lainnya, tidak ada defenisi tunggal untuk pendidikan karakter. Secara etimologis, karakter berarti watak atau tabiat. Ada juga yang menyamakannya dengan kebiasaan. Selain itu ada yang mengaitkannya dengan keyakinan. Bahkan disamakan dengan akhlak.
Pengertian Makna Pendidikan Karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.

2. Empat Dimensi Pendidikan Karakter.
Mencermati konsep dasar pendidikan, karakter yang dikembangkan Kemdiknas, tampaklah di sana empat dimensinya. Empat dimensi pendidikan karakter meliputi: olah pikir, olah hati, olah raga, dan oleh karsa.

Yang patut dicatat dalam empat dimensi ini adalah keterkaitan di antara mereka satu sama lain dilambangkan dengan empat lingkaran yang saling mengikat. Maknanya, karakter seorang individu dinyatakan lengkap jika keempat dimensi itu tumbuh dan berkembang dalam diri yang bersangkutan.
Tidak sempurna pribadi seseorang jika hanya pintar saja (olah otak). Apa artinya jika kepandaian jika tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan, kemanusiaan, dan kesosialan serta kewargaan. Karena itu perlu olah hati.
Tentu saja, selain otak dan hatinya perlu berkembang, manusia juga perlu berkembang raga dan karsanya. Hal demikian agar ia dapat hadir di lingkungan sosialnya. Otak yang pintar dan hati yang lembut, belum sepenuhnya berguna jika belum memberikan kemanfaatan bagi sekitarnya.
Sedangkan olah raga, diperlukan agar seseorang memiliki keterjagaan fisik. Dengan sehat secara fisik, maka ketiga potensi sebelumnya, otak, hati, dan rasa, dapat dimanfaatkan secara optimal. Bayangkan, jika seseorang yang pintar otaknya, lembut hatinya, banyak karsanya, namun sakit-sakitan maka ia tidak akan memberikan dampak yang maksimal bagi lingkungannya.

3.  Gerakan Pramuka, Dasa Dharma dan Tri satya Pramuka.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.
Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.
Try satya berarti tiga janji yang merupakan janji anggota pramuka.
DASA DHARMA Pramuka
Pramuka itu
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang kepada manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, trampil dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
TRISATYA
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh:
  1. Menjalankan kewajibanku kepada Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
  2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  3. Menepati Dasa Dharma.


4.Nilai-nilai karakter dalam Dasa Dharma.
Sesuai 4 dimensi dalam pendidikan karakter setiap dharma mempunyai nilai dan dimensi yang berbeda-beda.
Pada dharma yang pertama, Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam dharma ini telah tampak nilai-nilai ketuhanan yang tercangkup dalam dimensi olah hati.
Dharma kedua, Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia, dalam dharma ini terkandung nilai-nilai kemanusiaan yang tercakup dalam dimensi olah hati.
Dharma ketiga, Patriot yang sopan dan Ksatria, dalam dharma ini terkandung nilai kewargaan yang tercakup dalam dimensi olah hati.
Dharma Ketiga, Patuh dan Suka Bermusyawarah, dalam Dharma ini terkandung nilai kesosialan yang tercakup dalam dimensi olah hati.
Dharma Kelima, Rela menolong dan Tabah, dalam dharma ini terkandung pula nilai kesosialan yang juga tercakup dalam dimensi olah hati,
Dharma Keenam, Rajin trampil dan Gembira, dalam dharma ini  terkandung nilai-nilai dalam dimansi olah karsa.
Dhrama Ketujuh, hemat cermat dan bersahaja, juga termasuk dalam dimensi olah hati.
Dharma Kedelapan, Disiplin Berani dan Setia, termasuk dalam dimensi olah karsa.
Dharma Kesembilan, Bertanggung jawab dan dapat dipercaya terkandung nilai kemanusiaan yang tercakup dalam olah hati.
Dharma Kesepuluh, Suci dalam Fikiran Perkataan dan Perbuatan, Merupakan implementasi dari semua dimensi karakter.
Dalam uraian diatas, setiap elemen mencakup nilai dan dimensi masing-masing. Namun Dimensi Olahraga dan Olah Fikir terlaksana pada kegiatan-kegiatan pramuka.
Dimensi olah raga dilakukan gerakan pramuka dengan adanya senam pramuka, outbond training, climbing, rapling, dll.  Ini merupakan bukti nyata bahwa pramuka memang telah melakukan pengembangan karakter di dimensi olah raga.
Dimensi olah fikir dilakukan gerkan pramuka dengan latihan semaphore, sandi, pionerring, dewasa ini Gerakan Pramukasering mengadakan pelatihan jurnalistik, fotografi dll.
TELAH tampak diatas sejak pramuka diresmikan tanggal 14 Agustus Tahun 1961 telah memiliki Kode kehormatan dan kode janji yaitu dasadharma dan tri satya, tampak di dalam nya telah terdapat nilai-nilai karakter yang di gembor-gemborkan dewasa ini.
Dasadharma dan tri satya merupakan pedoman hidup anggota pramuka yang dipelajari dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi jauh sebelum Pendidikan Karakter ini dicanangkan di Pendidikan Indonesia. Pramuka telah memiliki Program ini dulu. Jadi Pantaslah jika Pramuka disebut sebagai cikal bakal lahirnya pendidikan karakter. Harapan kedepan semoga Pramuka senatiasa menjadi pioneer dalam pelaksanaan pendidikan karakter bangsa, dan semoga dalam perkembangannya pramuka selalu mendapat dukungan dan bantuan dari semua pihak.

Jumat, 09 Desember 2011

SCOUTFACE, facebooknya Pramuka Se-Dunia

ScoutFace
Memang Jejaring sosial ini memunculkan banyak sekali keuntungan dan kemudahan, sebagai sarana komunikasi njejaring sosial menjadi trend saat ini. Hampir setiap orang pasti memiliki akun jejaring sosial, bahkan setiap orang memiliki lebih dari 1 akun jejaring sosial, misalnya saja fb, twitter, plurk, dll

Pramuka juga demikian, Pramuka kalau dalam bahasa aslinya Scout, juga telah meluncurkan jejaring sosial sendiri dengan nama ScoutFace dengan url www.scoutface.com, Uniknya di jejaring sosial ini membernya adalah orang-orang yang memang berkecimpung di kegiatan kepramukaan di seluruh dunia.

Saya sebagai pemain pemula di jejaring sosial ini, merasakan berbagai keungguan dan kelemahan yang dimiliki jejaring sosial khusus kepanduan ini. Jika kita login didalamnya kita bisa langsung akses tanpa memasukkan capcha-capcha yang biasa ada di jejaring sosial lainnya, akses lebih cepat mungkin karena dipengaruhi jumlah member yang belum banyak, tampilan menyerupai facebook hanya saja warna scoutface identik ungu dan putih.


Kelemahanya, sedikit sekali fitur yang disajikan, chat belum tersedia, apalagi transfer data atau video call, lebih ke plagiat dari facebook, komunitas pengguna kecil.


Namun kita turut berbangga dengan dirilis scoutface ini, mngkin dapat kita manfaatkan untuk sarana jamboree tanpa batas, kapan pun dimanapun, oleh siapapun.(aurora).

Kamis, 08 Desember 2011

SAKA PARIWISATA
         

Salah satu unsur penting dalam pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata adalah para pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat. Pemerintah dapat membentuk kelompok-kelompok penggerak kepariwisataan seperti melalui kegiatan kepramukaan. Organisasi ini dinilai sangat potensial menjadi "pembangkit" turisme Indonesia.

"Organisasi kepramukaan adalah sebagai wadah pendidikan luar sekolah yang dapat melakukan berbagai bentuk kegiatan menarik untuk memaksimalkan hasil karya sebagai kelompok penggerak pariwisata dan pramuka dapat juga menjadi contoh teladan generasi muda dalam membantu pemerintah melakukan sosialisasi sadar wisata dan sapta pesona sebagai pedoman pembangunan kepariwisataan," kata Direktur Pemberdayaan Masyarakat Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Drs Bakri MM.

Hal itu disampaikannya pada Pencanangan dan Lokakarya Pembentukan Satuan Gerakan Pramuka Pariwisata (Saka Pariwisata) di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), pekan lalu. Direktur Pemberdayaan Masyarakat yang akrab dipanggil Kak Bakri menjelaskan, pembentukan Saka Pariwisata bertujuan meningkatkan kepedulian, peran, dan partisipasi generasi muda, khususnya melalui wadah Pramuka untuk berperan aktif dalam kegiatan pembangunan di bidang kepariwisataan.

"Agar mereka bisa membantu, membina, dan mengembangkan kegiatan penyelenggaraan kepariwisataan yang berkelanjutan, pengelolaan perjalanan wisata/ pemanduan wisata, pemberdayaan masyarakat dalam rangka perwujudan sadar wisata dan aksi Sapta Pesona di sekitar destinasi pariwisata," katanya.

Tampil sebagai narasumber lainnya Ketua Umum Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Kak Azrul Azwar, Kak Haryana dan Kak Hernowo Muliawan dari UGM, Ketua Kwarnas Kak Amoroso Katamsi, dan Kepala Dinas Budpar Sumsel Kak Jhonson. Para pembicara ini memaparkan secara komprehensif dalam sesi "Pengenalan Saka Pariwisata".

Kegiatan lokakarya yang merupakan bagian dari kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) IX Tahun 2011 tersebut dihadiri ratusan perwakilan dari Kwarda dan Kwarcab seluruh Indonesia serta diseilingi kegiatan penanaman pohon secara simbolis di sekitar lokasi perkemahan yang disambut atraksi kesenian Tari Kipas Belincak binaan Dinas Budpar Provinsi Sumsel.

Kak Bakri yang didampingi Kasubdit Peran Serta Media Kak Sarman Pamungkas dan Kasubdit Sadar Wisata Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Kak Yabes Tosia berkesempatan meninjau aktivitas kepramukaan di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, sekaligus menyaksikan penyerahan penghargaan lomba Sapta Pesona tingkat kelurahan yang dirangkai pentas seni budaya.

Menurut Kak Bakri, keberadaan Saka Pariwisata dimaksudkan sebagai upaya melakukan sosialisasi sadar wisata melalui implementasi Sapta Pesona untuk mendukung pembangunan kepariwisataan daerah.

"Juga sebagai wadah kegiatan dan latihan kepariwisataan bagi anggota pramuka, dengan kegiatan nyata dan praktis di bidang kepariwisataan yang berguna baik untuk dirinya, masyarakat, bangsa dan negara," ucapnya.

Kak Bakri berharap, Saka Pariwisata dapat dijadikan gerakan bersama mewujudkan masyarakat yang peduli pada alam dan mampu melestarikannya. "Ini juga dapat dijadikan momentum penting dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kepariwisataan, dan untuk mengenalkan kembali dunia kepariwisataan daerah. Sehingga mampu memberdayakan dan menggerakan ekonomi masyarakat," ucapnya.

Dalam lokakarya tersebut, para narasumber sepakat menyatakan bahwa justifikasi pembentukan Saka Pariwisata sangat beralasan. "Karena, pariwisata merupakan sektor dan pilar strategis pembangunan nasional," ujar Kak Amoroso Katamsi.

Ditegaskan kembali oleh Kak Bakri dalam paparannya bahwa ada korelasi kuat lintas sektor dalam pembangunan kepariwisataan yang menggerakkan ekonomi dan investasi. Yakni, relasi antarkomponen produk wisata dan jasa layanan dalam kegiatan kepariwisataan akan melibatkan unsur-unsur seperti, jaringan maskapai penerbangan, tranportasi, hotel, biro-biro perjalanan, industri jasa boga, dan berbagai jasa terkait lainnya. "Prospek ini menciptakan peluang yang sangat besar bagi ketersediaan lapangan kerja dan tumbuhnya sektor-sektor usaha yang terkait," katanya.



Oleh sebab itu, tutur Kak Bakri, maka wajar bila tahun 2009 sektor pariwisata menempati urutan ketiga sebagai penyumbang devisa terbesar nasional. Yaitu, mencapai Rp 6,3 juta dolar AS.

Di lain pihak, Kakwarnas Kak Azrul Azwar mendukung pembentukan Saka Pariwisata. Dia berharap, Saka Pariwisata bisa terus dikembangkan untuk mengembangkan dan memajukan turisme Indonesia.

Kak Azrul menjelaskan bahwa Saka Pariwisata akan dikembangkan menjadi tiga Krida yakni Krida Pemandu Wisata yang meliputi pengetahuan daya tarik wisata, perjalanan wisata, pemanduan perjalanan wisata, pemimpin perjalanan wisata. Sedangkan Krida Penyuluh Pariwisata terdiri dari penyuluh sadar wisata dan penyuluh ekowisata, dan Krida Kuliner Wisata meliputi masakan khas lokal dan makanan ringan.

"Ini sangat positif-konstruktif bagi pramuka dan dunia pariwisata," ujarnya. (Sofyan)

sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=282514

Sabtu, 03 Desember 2011

Hari Pertama Diklat Jurnalistik Kwarda Jatim


wong kuto tapi ndeso

Pemateri kurang tidur 

Hari ini tanggal 3-4 desember Kwartir Daerah Jawa Timur  mengadakan Diklat  Jurnalistik yang diikuti oleh seluruh Kwartir Cabang Di Jawa Timur, Blitar salah satunya. Melalui  Perjalanan yang cukup panjang saya sendiri selaku wakil dari blitar merekam berbagai kejadian unik yang saya abadikan dalam lensa kamera amatir saya. Setelah Check in tadi jam 08.30 saya langsung istirahat di dalam asrama. Nah setelah pembukaan, materi yang pertama adalah mengenai fotografi  jurnalistik, setelah di jelaskan panjanh lebar diatas itu beberapa hasil jepretan amatir saya bernilai humor belum sih? kakak-kakak nilai ya….

Jumat, 02 Desember 2011



facebook
Sebagai media untuk berinteraksi dengan banyak orang jejaring sosial berperan penting untuk alur komunikasi dewan kerja dan anggota pramuka, sebut saja facebook, social networking 1 ini memang menjadi primadona dari pemuda di Indonesia, selain gratis facebook menyediakan banyak sekali fitur, dari chating, catatan, sampai profil pun bisa di ekspos disini. Tak ayal semakin banyak yang menggandrungi facebook, sekarang facebook pun memberikan fitur terbaru yaitu video call, wah semakin menambah semarak ya.
Kakak-kakak apakah sudah gabung di facebook?............ saya yakin…… sudah……
Facebook membantu dewan kerja blitar untuk share info terbaru di blog maupun info langsung di fb…. Untuk mempermudah alur informasi marilah like page Dewan Kerja Cabang Kabupaten Blitar. Selalu update infonya…… komentari….. demi kemajuan dewan kerja cabang menjadi lebih baik.

Kamis, 01 Desember 2011

Ternyata Lebah Harjo Dinobatkan Jadi Desa Pramuka

Desa Pramuka
 
Tidak Menyangka ya ternyata ada juga desa Pramuka, memang pramuka dinilai sangat penting untuk menananmkan nilai-nilai luhur bangsa. untuk lebih jelasnya kak, silahkan baca berita ini lebih lanjut.
Di situs berita Jawatimur  dikatakan bahwa:
Desa Lebah Harjo di Malang Selatan dinobatkan sebagai Desa Pramuka hari ini. Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur pada Suara Surabaya, Rabu (30/11/2011), mengatakan Desa Lebah Harjo dijadikan ikon sebagai tanda bangkitnya Pramuka di Jawa Timur.

Saifullah yang akan meresmikan Desa Lebah Harjo menjadi Desa Pramuka menjelaskan desa ini menfokuskan pada nilai-nilai Pramuka seperti suka menolong, gotong royong dan dekat dengan alam.

Desa Pramuka ini bagian dari kaderisasi supaya generasi muda mencintai pramuka. Karena selama ini, pramuka kata Saifullah, dianggap 'ndeso' atau kuno. Padahal tidak seperti itu.

Di peresmian Desa Pramuka ini juga terlibat 700 mahasiswa yang ikut apel bersama dan melakukan penanaman pohon. Diharapkan, kegiatan ini bisa menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda.

Follow us

...KLIK PADA JUDUL POSTING UNTUK DAPAT MENAMBAH KOMENTAR...

SCOUT'S RADIO